Insiden Perayaan Pernikahan Anak Gubernur Jawa Barat, Puluhan Warga Jadi Korban
INAPOS, GARUT,- Perayaan acara pernikahan Wakil Bupati Garut dan Putra Gubernur Jawa Barat, hingga Sabtu (19/7/2025) pukul 00.05 WIB, tercatat 30 orang menjadi korban.
Acara yang semula berlangsung meriah tersebut berubah menjadi duka setelah dilaporkan adanya puluhan warga yang jatuh sakit, pingsan, bahkan meninggal dunia.
Para korban terdiri dari 3 orang meninggal dunia, 8 dirawat intensif, dan 19 lainnya menjalani rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Iwansyah mengatakan bahwa jumlah korban yang terdampak terus diperbarui.
“Tiga di antaranya meninggal dunia, delapan orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dan sembilan belas orang dalam penanganan rawat jalan,” ujar Iwansyah dalam keterangannya, Sabtu (19/7/2025).
Berikut korban tewas dalam insiden ini:
1. Bripka Cecep Syaeful Bahri – anggota Polres Garut, meninggal di RS TNI Guntur.
2. Vania Apriliani (8) – warga Sukamenteri, meninggal di RSUD dr Slamet Garut.
3. Dewi Jubaedah (61) – warga Jakarta Utara, juga meninggal di RSUD dr Slamet Garut.
Sebanyak 8 orang dirawat di RSUD dr Slamet Garut dengan diagnosis medis seperti trauma thoraks, asma bronkhial, dan myalgia.
Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, dengan keluhan utama sesak napas dan gangguan fisik lain akibat kondisi di lokasi acara.
Selain itu, 19 korban lainnya tersebar di RSUD dr Slamet, RS Intan Husada, dan sejumlah puskesmas di Garut, menderita trauma ringan, panic attack, myalgia, hingga sindrom dispepsia.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menyatakan bahwa pendataan dan penanganan intensif telah dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
“Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab insiden yang menimbulkan banyak korban dalam pesta rakyat tersebut masih dilakukan oleh pihak berwenang,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga akan terus melakukan evaluasi dan penyelidikan terkait insiden ini, termasuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang dalam kegiatan masyarakat di masa mendatang.
“Kami akan terus memantau perkembangan kondisi korban dan memastikan mereka benar-benar pulih. Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat adalah komitmen utama Polri,” kata dia.
Sebagai evaluasi, Polda Jawa Barat mengimbau panitia kegiatan masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan, kapasitas lokasi, serta kesiapan medis dalam acara yang melibatkan massa besar, guna mencegah kejadian serupa terulang.
