Kamis, April 16, 2026

Kampanye anti pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kereta api. Kris
Ekonomi dan Bisnis

KAI Daop 3 Cirebon Gencarkan Kampanye Anti Pelecehan Seksual

INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon kembali menggelar kampanye anti pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kereta api.

Kegiatan ini berlangsung di Stasiun Cirebon Prujakan pada Kamis (22/5/25), dengan mengusung tema Berbicara, Bersuara, Berdaya, Ayo Perangi Pelecehan Seksual.”

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow bertajuk Nyore di Stasiun Vol. 2 ini menggandeng berbagai komunitas dan institusi pendidikan, termasuk Komunitas Pencinta Kereta Api IRPS.

Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Psikolog Vivi Ade Cerliana, Pakar Komunikasi Elsa Lalasari, Kanit PPA Satreskrim Polres Cirebon Kota IPDA Gunawan, dan Kepala Stasiun Besar Cirebon Prujakan Enis Rahmawati.

Vice President KAI Daop 3 Cirebon, Mohamad Arie Fathurrochman, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk nyata komitmen KAI dalam menciptakan transportasi publik yang aman dan bebas dari tindak kekerasan seksual.

“KAI mengajak seluruh penumpang untuk tidak ragu melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual. Identitas pelapor akan kami lindungi demi menciptakan rasa aman,” tegasnya.

Talkshow membahas berbagai topik seputar pencegahan dan penanganan kasus pelecehan seksual di transportasi publik, serta langkah-langkah yang telah dilakukan KAI, seperti peningkatan jumlah personel keamanan, pemasangan kamera CCTV di stasiun dan dalam kereta, hingga peluncuran fitur Female Seat Maps di aplikasi Access by KAI.

Fitur Female Seat Maps memungkinkan calon penumpang wanita memilih kursi yang sudah ditempati oleh sesama wanita, demi kenyamanan dan rasa aman selama perjalanan.

KAI juga menegaskan bahwa pelaku pelecehan seksual tidak hanya akan diproses secara hukum, namun juga akan diblacklist dari layanan kereta api sebagai bentuk sanksi tegas dan pencegahan terhadap kejadian serupa.

Sebagai bagian dari kegiatan, para peserta juga diajak untuk menandatangani petisi Anti Pelecehan dan Kekerasan Seksual serta menerima edukasi melalui poster dan stiker kampanye.

“Melalui upaya ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif agar seluruh pengguna jasa kereta api turut menjaga lingkungan transportasi publik yang aman dan nyaman untuk semua,” tutup Arie.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *