Kereta Menoreh Berhasil Dievakuasi, Jalur Babakan–Waruduwur Kembali Dilalui dengan Kecepatan Terbatas
INAPOS, KITA CIREBON.- Setelah sempat mengganggu perjalanan kereta api dan membuat penumpang harap-harap cemas di tengah malam, lokomotif KA Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen yang mengalami gangguan di KM 201+400 petak jalan Stasiun Babakan–Waruduwur akhirnya berhasil dievakuasi pada Rabu (21/1/2026) pukul 09.22 WIB.
Proses evakuasi dilakukan secara intensif oleh petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan mendatangkan Railway Crane dari Dipo Lokomotif Cirebon. Sejak kejadian pada pukul 02.47 WIB, puluhan petugas berjibaku memastikan penanganan berjalan cepat dan aman demi memulihkan kembali perjalanan kereta api di jalur padat tersebut.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa setelah evakuasi selesai, petugas langsung melakukan perbaikan pada jalur hilir yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
“Setelah dinyatakan aman, jalur hilir dapat dilewati kereta api dengan kecepatan terbatas 40 kilometer per jam. Secara bertahap kecepatan akan dinaikkan hingga normal seiring kondisi jalur yang semakin membaik,” ujar Muhib pada Rabu (21/1/26).
Sementara itu, jalur hulu hanya mengalami penutupan sementara selama proses evakuasi berlangsung. Setelah lokomotif berhasil dievakuasi, jalur tersebut kembali dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
Akibat kejadian ini, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, di antaranya KA Majapahit, Blambangan Ekspres, Kertajaya, Dharmawangsa, Argo Merbabu, Kaligung, Argo Sindoro, hingga Tawang Jaya Premium, baik dari arah Jawa Tengah maupun Jawa Timur menuju Jakarta dan sebaliknya.
KAI Daop 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kelambatan perjalanan hingga tiba di tujuan. Di sisi lain, KAI juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam proses penanganan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Damkar, BPBD Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon, serta seluruh pihak yang telah membantu, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan aman,” kata Muhib.
Di balik upaya pemulihan jalur, KAI kembali mengingatkan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang. Muhib menegaskan bahwa kereta api memiliki jalur khusus dan tidak dapat berhenti secara mendadak, sehingga pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
“Kami mengimbau masyarakat agar disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman baru melintas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Imbauan tersebut sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mewajibkan pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi sinyal dan rambu perlintasan.
“KAI berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Mari bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api demi kenyamanan dan keamanan semua pengguna jalan,” tutup Muhib.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
