Jumat, April 17, 2026

Haul Pembina PC Muslimat NU di Pondok Pesantren Buntet Cirebon.
Daerah

Muslimat NU Se-Jabar Padati Haul Pembina PC NU di Buntet: Menapak Sejarah, Meneguhkan Asa dan Istiqomah

Cirebon, inapos.id – Gema sholawat menggema memecah suasana pagi di Gor Mbah Muqoyim, Pondok Pesantren Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Sabtu (2/8/2025). Ribuan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah Jawa Barat memadati gedung olahraga tersebut. Dengan mengenakan pakaian serba hijau khas Muslimat, para peserta duduk rapi secara lesehan, larut dalam suasana khidmat memperingati Haul Pembina PC Muslimat NU Kabupaten Cirebon.

Acara yang mengusung tema “Mengenang Sejarah Meraih Asa, Muslimat NU Tetap Istiqomah” ini menjadi ajang silaturahmi, refleksi sejarah, sekaligus momentum konsolidasi untuk memperkuat peran Muslimat NU di tengah dinamika zaman.

Pembina Muslimat NU Jawa Barat, KH Anis Mansur Asyad, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengingat kembali perjuangan para pendiri Muslimat NU di Cirebon. Ia secara khusus menyebut nama Nyai Hj. Zaenab Abbas, sosok pendiri sekaligus pimpinan pertama Muslimat NU di Kabupaten Cirebon.

“Haul ini bukan sekadar mendoakan, tapi menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan mereka. Kita mengenang perjalanan hidup dan pengabdian pendahulu kita. Mereka bukan hanya mendirikan organisasi, tapi juga menanamkan semangat ibadah, kepedulian terhadap pendidikan, dan perhatian terhadap pesantren,” ujar KH Anis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan makna istiqomah yang menjadi bagian penting dalam tema acara. “Istiqomah itu artinya konsisten. Konsisten dalam ibadah, konsisten dalam mendidik generasi, dan konsisten dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren,” jelas KH. Anis.

KH Anis berharap agar Muslimat NU terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.

Rais Syuriyah PBNU, KH Prof. Dr. Abun Bunyamin, turut hadir dan memberikan tausiyah dalam kesempatan tersebut. Ia menyebut kegiatan haul ini sebagai bentuk nyata kecintaan Muslimat NU kepada para pendiri yang telah mencurahkan seluruh hidupnya untuk jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Melalui haul ini, para kader Muslimat diajak untuk meneladani kiprah dan keteladanan pendiri. Kiprah mereka menjadi cahaya jalan bagi perjuangan Muslimat hari ini,” ucap KH Abun.

Tak hanya sebagai momentum spiritual, haul ini juga menjadi sarana konsolidasi internal.

“Konsolidasi jam’iyah adalah warisan penting dari para pendahulu. Ini agar NU tetap menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tegas KH. Abun.

Di sela-sela acara, para peserta juga mendapatkan bekal materi keislaman dan kebangsaan. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Nur Rufia, yang membahas peran strategis Muslimat NU dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga maupun masyarakat.

Maesaroh (55), seorang peserta asal Desa Pengarengan, Kabupaten Cirebon, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini.

“Kami diajak untuk mendoakan para pendiri Muslimat NU. Tapi bukan cuma itu, kami juga diberi materi yang berguna untuk kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Maesaroh, haul seperti ini sangat penting untuk memperkuat ikatan antaranggota Muslimat sekaligus menjaga warisan perjuangan agar tetap hidup dalam keseharian.

“Haul ini tidak hanya dilaksanakan di Cirebon saja, tapi akan dilanjutkan di daerah-daerah lain di Jawa Barat. Semoga kegiatan seperti ini terus istiqomah dilakukan,” harapnya.***(Din) 

4 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *