Kamis, April 16, 2026

Ketua DPR RI Puan Maharani saat acara peluncuran kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang secara simbolis digelar di Kopdes Merah Putih Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). Foto : Cahyo/Andri.
NasionalPolitik

Puan Maharani: Koperasi Merah Putih Bukti Negara Hadir dan Berpihak pada Rakyat Kecil

INAPOS, KLATEN.- Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri peluncuran kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang secara simbolis digelar di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Peluncuran nasional ini dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan menjadi momentum penting dalam upaya Pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.

Puan tiba di lokasi didampingi oleh Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto (Bambang Pacul). Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, ia disambut oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Beny Indra Ardhianto, sebelum memasuki ruang transit dan bergabung dengan para pejabat tinggi negara di barisan depan.

Puan menegaskan bahwa peluncuran Koperasi Merah Putih adalah bukti nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah Pemerintah yang mempraktikkan bahwa Negara hadir untuk rakyat. Program ini menunjukkan bahwa Pemerintah berpihak kepada rakyat melalui layanan pendidikan, kesehatan, pupuk, hingga pemasaran hasil pertanian,” ujar Puan.

Ia menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan sarana perubahan sosial menuju masyarakat yang berdikari secara ekonomi.

Program Kopdes Merah Putih ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Targetnya adalah terbentuknya 80.000 koperasi yang dapat berupa koperasi baru, hasil pengembangan, maupun revitalisasi koperasi lama.

“Sampai 8 Mei 2025, telah terbentuk 9.835 koperasi. Pemerintah menargetkan peluncuran penuh hingga 28 Oktober 2025,” tambahnya.

Puan juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan pengawasan internal koperasi untuk menjamin efektivitas dan keberlangsungan program.

“Koperasi yang sehat memerlukan SDM mumpuni, ekosistem usaha yang mendukung, serta pengawasan internal yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Puan turut mengingatkan para kepala daerah untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program ini serta memastikan tidak terjadi persoalan hukum di kemudian hari.

“Harus menjadi perhatian bagi kepala daerah, jangan sampai ada masalah hukum. Kita ingin koperasi ini benar-benar memberi manfaat, bukan menjadi beban,” tegasnya.

Puan berharap dengan sinergi dari pusat hingga desa, Koperasi Merah Putih menjadi katalis penguatan ekonomi rakyat, kemandirian desa, dan ketahanan pangan nasional di masa depan.

Editor: Redaksi Inapos 

 

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *