Jumat, April 17, 2026

Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup diskon tarif transportasi, kebijakan work from anywhere (WFA), serta bantuan pangan. Foto: Agus
Ekonomi dan BisnisHeadlineNasionalPemerintah

Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026: Diskon Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan Jelang Ramadan–Idulfitri

INAPOS, JAKARTA.- Menjelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026, pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup diskon tarif transportasi, kebijakan work from anywhere (WFA), serta bantuan pangan bagi jutaan keluarga.

Peluncuran dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/26), dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

Hadir dalam peluncuran tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PANRB Rini Widyantini, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stimulus ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional selama periode libur keagamaan.

“Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN maupun non-APBN,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, kebijakan stimulus saat periode libur besar seperti Idulfitri dan Natal–Tahun Baru terbukti mendorong mobilitas serta sektor pariwisata. Pada Lebaran 2025, mobilitas masyarakat mencapai 154,62 juta orang, sedangkan periode Nataru menembus 110,43 juta orang. Pertumbuhan ekonomi nasional 2025 tercatat 5,11 persen secara tahunan.

Paket Stimulus Ekonomi I-2026 memberikan potongan tarif di berbagai moda transportasi dengan periode dan sasaran yang telah ditetapkan:

Kereta Api: Diskon 30% harga tiket untuk perjalanan 14–29 Maret 2026, target 1,2 juta penumpang.

Angkutan Laut: Diskon 30% tarif dasar untuk perjalanan 11 Maret–5 April 2026, target 445 ribu penumpang.

Angkutan Penyeberangan: Diskon 100% tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026, target 945 ribu kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Angkutan Udara: Diskon 17–18% tiket kelas ekonomi domestik untuk perjalanan 14–29 Maret 2026, target 3,3 juta penumpang.

Selain diskon transportasi, pemerintah juga menerapkan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Anywhere (WFA) bagi ASN dan imbauan bagi sektor swasta.

Kebijakan ini berlaku selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

“Untuk ASN akan diterbitkan Surat Edaran dari Menteri PANRB, sedangkan bagi pekerja swasta akan diterbitkan SE dari Menteri Ketenagakerjaan,” jelas Airlangga.

Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan arus mudik serta memberi keleluasaan masyarakat dalam mengatur perjalanan.

Pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial melalui bantuan pangan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari desil 1–4.

Setiap keluarga akan menerima:

10 kilogram beras per bulan

2 liter minyak goreng per bulan

Bantuan disalurkan sekaligus untuk dua bulan dengan total anggaran sekitar Rp11,92 triliun.

Airlangga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga agar distribusi bantuan berjalan lancar.

“Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan,” pungkasnya.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos

 

62 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *