Kamis, April 16, 2026

Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kepulauan Seribu. Nal
PemerintahSosial

Pemkab Kepulauan Seribu Bentuk Koperasi Merah Putih, Prioritaskan Kesejahteraan Nelayan Pulau Panggang

INAPOS, KEPULAUAN SERIBU.- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mulai mengimplementasikan program prioritas nasional melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di enam kelurahan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Musyawarah pertama digelar di Ruang Pola Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu untuk membentuk kepengurusan Koperasi Merah Putih Kelurahan Pulau Panggang.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaini, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini akan melibatkan seluruh kelurahan di wilayahnya dan telah dikoordinasikan dengan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM).

“Pembentukan Koperasi Merah Putih ini dilakukan di seluruh enam kelurahan di Kepulauan Seribu. Sudah kita diskusikan dengan Suku Dinas PPKUKM agar koperasi ini secepatnya dimulai,” ujar Aceng, Jumat (30/5/25).

Menurut Aceng, koperasi ini nantinya akan memiliki badan hukum agar kegiatan yang dijalankan memiliki dasar legal yang kuat dan mampu melindungi hak serta kepentingan anggotanya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Setelah surat keputusan hukum keluar, operasional koperasi bisa segera dimulai,” tambahnya.

Lurah Pulau Panggang, Muhammad Fakih Burhanudin, menyampaikan bahwa musyawarah tingkat kelurahan telah menghasilkan penunjukan ketua koperasi serta pembahasan awal terkait permodalan dan sistem peminjaman.

“Lima RW di Kelurahan Pulau Panggang akan terlibat semua. Saya berharap kehadiran koperasi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat Pulau Panggang,” ungkap Fakih.

Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih yang terpilih di Kelurahan Pulau Panggang, Tajeni, menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan koperasi ini, terutama bagi kalangan nelayan yang sering terkendala modal usaha.

“Setelah ini akan saya diskusikan kembali ke masing-masing RW untuk pembentukan modal awal hingga penentuan anggota. Saya harap koperasi ini dapat berjalan baik dan bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” tuturnya.

Reporter: Nal

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *