Pemkot Cirebon Salurkan Bantuan Pangan 35 Ribu KPM, Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga
INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga bahan pokok. Melalui intervensi pasar yang terukur, pemenuhan kebutuhan dasar warga tetap menjadi prioritas utama agar kesejahteraan dan gizi keluarga tetap terjaga.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 yang secara resmi digelar di Kantor Kelurahan Larangan, Kamis (26/3/26). Program ini menandai dimulainya distribusi pangan skala besar yang dilaksanakan serentak di 22 kelurahan se-Kota Cirebon.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP3), Dinas Sosial, serta Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon. Sinergi tersebut memastikan bantuan tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran, mengacu pada basis data kemiskinan daerah.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang turun langsung memantau distribusi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus langkah konkret pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Hari ini saya hadir bersama DKPP3, Dinas Sosial, dan Perum Bulog untuk memastikan bantuan ini benar-benar sampai ke masyarakat. Penyaluran di 22 kelurahan ini mencakup Desil 1 hingga Desil 4, mulai dari masyarakat miskin ekstrem hingga menengah. Ini bentuk keseriusan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan pangan ini diharapkan menjadi jaring pengaman sosial yang mampu meredam dampak kenaikan harga di tingkat konsumen, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas peran strategisnya dalam menjaga ketersediaan stok pangan. Menurutnya, kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan Bulog menjadi kunci dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
“Kelurahan Larangan diharapkan menjadi barometer keberhasilan distribusi di wilayah lain. Saya juga menginstruksikan seluruh petugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menyampaikan bahwa jumlah bantuan pada periode ini meningkat sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai 35.031 orang. Proses distribusi akan kami selesaikan dalam enam hari, mulai 26 hingga 31 Maret 2026,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, setiap keluarga akan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dari cadangan pangan pemerintah serta 4 liter minyak goreng. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar bantuan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Semoga bantuan ini mampu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjadi stimulus dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kota Cirebon,” pungkasnya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
