Jumat, April 17, 2026

Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan pada penutupan Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025 di Kompleks Akademi Militer, Magelang, pada Jumat, 28 Februari 2025. (Foto: BPMI Setpres)
NasionalPemerintah

Presiden Prabowo Tutup Retret Kepala Daerah 2025: Tekankan Hilirisasi, Nasionalisme, dan Kekompakan Bangun Daerah

INAPOS, MAGELANG.- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menutup Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Kompleks Akademi Militer, Magelang, pada Jumat (28/2/25).

Dalam pengarahan penutup, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi, industrialisasi, kekompakan, serta semangat patriotisme dan nasionalisme sebagai fondasi utama percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Selama delapan hari mengikuti retret, para kepala daerah mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dan inspirasi segar yang siap diterapkan di daerah masing-masing.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyebut kegiatan ini sebagai ajang pembekalan penting yang memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah. Menurutnya, tanpa sinergi yang baik, kebijakan nasional sulit diterapkan secara efektif.

“Negara ini luas, koordinasi antara pusat dan daerah harus kuat agar program-program nasional bisa sinkron. Selain itu, kapasitas kepala daerah pun perlu terus ditingkatkan,” ujar Piter.

Piter juga menyoroti urgensi hilirisasi dan industrialisasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

“Daerah yang memiliki perkebunan sawit atau sektor unggulan lainnya harus mulai memikirkan hilirisasi agar petani tidak kehilangan mata pencaharian dan daerah tidak terus bergantung pada komoditas mentah,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengapresiasi retret ini sebagai momen membangun koneksi emosional antara kepala daerah dan pemerintah pusat. Ia menilai diskusi langsung seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan komunikasi daring.

“Pak Prabowo menjelaskan kenapa Indonesia bisa maju, apa hambatannya, dan apa yang harus dilakukan bersama-sama. Arahan beliau sangat komprehensif, bukan hanya teknis tapi juga filosofis dan penuh semangat kebangsaan,” kata Emil.

Emil juga mengapresiasi penekanan kuat Presiden Prabowo pada semangat patriotisme dan nasionalisme. Menurutnya, pemilihan Akmil Magelang sebagai lokasi retret sangat tepat karena di tempat inilah lahir patriot-patriot penjaga kedaulatan bangsa.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menegaskan kesiapan Pemkot Tegal menjalankan arahan Presiden, khususnya dalam optimalisasi potensi daerah dan efisiensi anggaran.

Ia juga menilai retret ini sebagai momentum penting memperkuat sinergi pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Retret ini pertama kali digelar dan menurut saya sangat penting. Kita harus kompak, solid, bersatu untuk rakyat. Kita semua petarung yang siap melawan kemiskinan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” tegas Tazkiyyatul.

Senada, Bupati Karimun, Iskandarsyah, juga menyebut retret ini memberikan pengalaman dan wawasan luar biasa. Ia memastikan arahan Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita, akan menjadi panduan utama dalam menyusun dan melaksanakan program di daerah.

“Kami mendapatkan bekal penting yang langsung bisa kami terapkan, terutama bagaimana menyelaraskan program daerah dengan visi besar Pak Presiden,” ujar Iskandarsyah.

Dengan berakhirnya retret ini, para kepala daerah pulang dengan semangat baru dan komitmen kuat untuk menjadi garda terdepan mewujudkan kesejahteraan rakyat dan membangun Indonesia yang lebih maju. (Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *