Rob Mengganas di Ambulu Cirebon, Ratusan Hektare Lenyap, Warga Menunggu Aksi Negara
Rob Mengganas di Ambulu Cirebon, Ratusan Hektare Lenyap, Warga Menunggu Aksi Negara
Inapos.id, Kab. Cirebon — Ancaman banjir rob yang hampir setiap hari melanda pesisir Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, kian menekan kehidupan warga. Rob bukan lagi bencana musiman, melainkan ancaman rutin yang perlahan menggerus wilayah desa hingga ratusan hektare, termasuk tambak-tambak milik warga yang kini lenyap diterjang air laut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Kuwu Ambulu, Sunaji, bersama jajarannya. Namun hingga kini, pemerintah setempat belum bisa memberikan solusi permanen atas persoalan rob yang terus berulang. Keterbatasan anggaran dan lambannya respons lintas lembaga membuat warga Desa Ambulu harus bertahan dalam ketidakpastian.
“Belum pernah lihat live DA7 Dede April Indosiar. Yang dipikirkan bencana rob saja, soalnya bencana rob ini tidak ada yang memikirkannya,” tegas Sunaji menggunakan bahasa Cirebon dalam percakapan grup whatsapp dengan komunitas jurnalis Cirebon Timur. Sabtu (3/1/2026)
Pernyataan tersebut mencerminkan betapa rob telah menjadi beban pikiran utama warga dan pemerintah desa. Sunaji bahkan menyebut, hiburan sederhana pun terasa jauh selama ancaman rob belum tertangani. Ia menambahkan, jika persoalan rob dapat diselesaikan, warga berencana menggelar syukuran sederhana dengan bakar bandeng bersama.
Sejak awal 2025, Pemerintah Desa Ambulu telah berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi. Salah satunya pembangunan tanggul sepanjang 1,4 kilometer yang rampung pada Oktober 2025. Meski menjadi ikhtiar nyata, tanggul tersebut belum mampu sepenuhnya menahan gempuran rob karena keterbatasan anggaran dan skala ancaman yang lebih besar.
Upaya mendorong perhatian pemerintah daerah juga telah ditempuh. Audiensi ke DPRD Kabupaten Cirebon pada Juli 2025 belum membuahkan hasil konkret. Kunjungan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun baru mendapatkan respons setelah dilakukan dua kali perjalanan ke Jakarta pada awal dan pertengahan Oktober 2025.
Diplomasi Politik dan Forum Investasi
Tidak berhenti di jalur birokrasi formal, Kuwu Sunaji bersama komunitas bisnis, praktisi, dan akademisi aktif mengikuti berbagai forum investasi. Dari tingkat nasional, Jawa Barat, hingga regional Cirebon, semua ditempuh demi membuka ruang dialog dan menarik perhatian para pemangku kebijakan.
Langkah ini menunjukkan bahwa perjuangan warga Ambulu tidak hanya mengandalkan proposal dan surat resmi, tetapi juga diplomasi politik dan jejaring strategis. Harapannya, persoalan rob tidak lagi dipandang sebagai masalah desa semata, melainkan sebagai krisis kawasan pesisir Pantura yang membutuhkan campur tangan serius pemerintah pusat.
Momentum Harapan
Puncak perjuangan terjadi pada Senin, 7 Desember 2025. Desa Ambulu kedatangan lima pejabat dari kementerian berbeda, yakni Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemenko Ekonomi, Bappenas, Kementerian PUPR, serta Badan Otorita Pengelola Pantura. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa persoalan rob Ambulu mulai mendapat perhatian di tingkat nasional.
“Setelah perjuangan panjang, tugas terakhir kita berdoa agar hati mereka terketuk untuk segera membangun tanggul laut Ambulu. Semoga Allah SWT mengabulkan keinginan kita,” ujar Sunaji penuh harap, Sabtu (3/1/2026).
Politik Harapan Rakyat
Di tengah upaya mitigasi yang telah dilakukan secara maksimal, Sunaji menegaskan pentingnya pendekatan spiritual. Ia meyakini doa masyarakat Ambulu yang selama ini hidup dalam penderitaan, serta peran media dan jurnalis dalam menyuarakan fakta lapangan, mampu mengetuk hati para pengambil kebijakan.
Kini, warga Desa Ambulu hanya bisa menunggu langkah nyata pemerintah pusat. Harapan mereka sederhana: terbebas dari ancaman rob yang terus menggerus wilayah dan penghidupan, agar kehidupan masyarakat pesisir bisa kembali tenang, aman, dan produktif.
Reporter : Didin
Editor : Tim Redaksi
