Selasa, April 21, 2026

Dialog penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila. Foto: Kris
PemerintahDaerah

Sungai Sukalila Bersolek: Wali Kota Cirebon Mulai Normalisasi, Siap Jadi Ikon Ruang Publik Baru Kota Udang

INAPOS, KOTA CIREBON.- Harapan baru mulai mengalir di sepanjang Sungai Sukalila. Kawasan yang selama ini identik dengan kepadatan, kemacetan, dan kesan semrawut itu kini bersiap menanggalkan wajah lamanya.

Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmen untuk menata bantaran Sungai Sukalila secara bertahap, menjadikannya ruang publik yang cantik, nyaman, dan fungsional di jantung kota.

Keseriusan tersebut terlihat dalam dialog penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila yang dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Kamis (22/1/26).

Turut hadir Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon Sumanto, jajaran kepala perangkat daerah, Forkopimda, serta pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

Dialog berlangsung hangat dengan melibatkan warga, aparat kewilayahan, hingga para pedagang yang sehari-hari menggantungkan hidup di sepanjang bantaran sungai.

Wali Kota Effendi Edo mengungkapkan bahwa langkah konkret penataan akan segera dimulai pada Senin pekan depan. Tahap awal difokuskan pada normalisasi sungai melalui pengerukan dari muara hingga kawasan Sukalila, guna mengembalikan fungsi aliran air sebelum masuk ke tahap penataan estetika.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah duduk bersama semua pihak terkait. Insyaallah, hari Senin nanti tahap pertama berupa pengerukan dari muara sampai ke Sukalila sudah dimulai. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh warga Kota Cirebon. Jika nanti aktivitas lalu lintas sedikit terganggu, mohon dimaklumi. Semua ini demi masa depan kota kita yang lebih baik,” ujar Edo.

Tak sekadar mengatasi persoalan banjir dan sedimentasi, penataan Sungai Sukalila juga diarahkan untuk mempercantik wajah kota. Pemerintah Kota Cirebon merancang kawasan ini dilengkapi taman kota, jogging track, hingga jalur pedestrian yang ramah bagi pejalan kaki.

Bahkan, rekayasa lalu lintas satu arah di sekitar kawasan Asia Toserba tengah dikaji untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga.

“Kita ingin Sukalila menjadi ikon baru Kota Cirebon. Nanti ada taman dan trotoar yang rapi. Soal lalu lintas, kepadatan akan kita pecah, kemungkinan diarahkan ke Sukalila Selatan agar tidak terjadi penumpukan. Semua kita desain supaya kawasan ini tidak lagi crowded,” tambahnya.

Menariknya, proyek penataan Sungai Sukalila juga mengusung konsep kolaborasi yang transparan. Pemerintah Kota Cirebon bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung membuka ruang partisipasi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), namun dengan mekanisme yang jelas dan akuntabel.

“Kami sepakat tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Jika ada perusahaan yang ingin berkontribusi, silakan membangun fisiknya sesuai desain yang sudah disepakati. Misalnya membangun jembatan penyeberangan yang ikonik atau taman kota. Pemerintah menyediakan ruangnya, perusahaan yang mengerjakan fisiknya,” tegas Edo.

Dengan skema kolaboratif ini, Pemerintah Kota Cirebon optimistis Sungai Sukalila tak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga tumbuh menjadi destinasi wisata perkotaan yang membanggakan warga dan menarik minat wisatawan.

Senada dengan itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menyebut penataan Sungai Sukalila merupakan pekerjaan maraton yang membutuhkan kesinambungan. Setelah tahap normalisasi rampung, proyek akan berlanjut ke penataan infrastruktur pendukung dan peningkatan kualitas lingkungan.

“Tahap pertama adalah normalisasi. Setelah itu masuk tahap penataan kawasan Sukalila dan Kalibaru, termasuk perbaikan sistem drainase agar tidak ada lagi genangan. Tantangan terbesarnya nanti adalah penjernihan air, yang kami targetkan mulai digarap serius pada 2027 atau 2028. Karena seindah apa pun kawasannya, kalau airnya tidak bersih tentu hasilnya belum maksimal,” jelas Dwi.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *