Sabtu, April 18, 2026

Muscab ke-4 PKB Kota Cirebon.
DaerahPolitik

Muscab ke-4 PKB Kota Cirebon Sukses Digelar, Targetkan 6 Kursi DPRD dan Bidik Kursi Wali Kota

INAPOS, KOTA CIREBON.- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-4 pada Sabtu (18/4/26) di salah satu hotel di Kota Cirebon.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi partai sekaligus menyusun langkah menghadapi kontestasi politik mendatang.

Muscab dihadiri oleh jajaran pengurus dari tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) hingga ranting. Suasana penuh semangat tampak mewarnai forum yang menjadi ajang evaluasi dan perumusan arah kebijakan partai ke depan.

Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Syaifurrohman, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus memaparkan capaian signifikan partai selama lima tahun terakhir. Ia menegaskan, PKB berhasil mencatatkan sejarah penting di Kota Cirebon.

“Selama lima tahun ini, PKB telah membuat sejarah. Kami berhasil menghantarkan Ibu Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati dalam Pilkada 2024. Selain itu, kursi legislatif kita naik dari dua menjadi tiga kursi, sehingga kini PKB memiliki fraksi sendiri di DPRD Kota Cirebon,” ujar Syaifurrohman disambut tepuk tangan kader.

Ia menjelaskan, Muscab ke-4 ini membahas sejumlah agenda penting melalui beberapa sidang pleno, di antaranya pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, serta pengesahan rencana program kerja periode 2021–2026. Selain itu, forum juga menetapkan calon pengurus Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz yang selanjutnya akan diajukan ke DPP PKB.

Menatap periode mendatang, Gus Ipul sapaan akrabnya memasang target ambisius bagi partainya. Ia menyebutkan, PKB Kota Cirebon menargetkan minimal enam kursi di DPRD serta membidik posisi strategis di eksekutif dan legislatif.

“Harapan ke depan, PKB harus punya Wali Kota dan pimpinan DPRD. Target minimal kita enam kursi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati yang juga merupakan kader PKB turut memberikan sambutan yang sarat pesan emosional. Di hadapan para kader, ia menyampaikan permohonan maaf karena merasa belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh aspirasi masyarakat.

Ia menjelaskan, berbagai keterbatasan dalam menjalankan program pemerintahan tidak terlepas dari faktor regulasi, efisiensi anggaran, serta dinamika birokrasi.

“Bukan karena tidak ada keinginan atau kepedulian, tetapi dalam dinamika pemerintahan, tidak semua ruang dan kewenangan dapat saya jalankan secara leluasa karena adanya efisiensi, aturan, maupun keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dan mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian tidak boleh terhenti meskipun di tengah keterbatasan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan integritas dalam berpolitik. Baginya, politik bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana konsistensi sikap mampu membangun kepercayaan masyarakat.

Menutup sambutannya, Siti Farida mengajak seluruh kader PKB untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan prinsip Khoirunnas Anfauhum Linnas. Ia juga menegaskan pesan dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, agar PKB hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Kita harus tetap bergerak, mencari jalan, dan menghadirkan solusi untuk kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor; Redaksi Inapos 

 

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *