INAPOS, BANDUNG.- Pemerintah diminta meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana.
Anggota DPRD Jawa Barat dr. Encep Sugiana mengatakan edukasi kepada masyarakat penting dilakukan agar warga mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
“Hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah juga adalah melakukan edukasi kepada masyarakat, penyuluhan kepada masyarakat tentang cuaca ekstrem,” ujar dr. Encep pada Selasa (18/8/26).
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai cara mengantisipasi cuaca ekstrem, menjaga lingkungan, hingga melakukan tindakan yang dapat mengurangi risiko ketika terjadi bencana.
Ia menilai edukasi tersebut tidak hanya sebatas memberikan informasi, tetapi juga perlu mengarahkan masyarakat agar memahami langkah-langkah keselamatan ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Bagaimana mengantisipasinya, bagaimana menjaga, bagaimana melakukan tindakan-tindakan yang bisa menyelamatkan dan terhindar dari bencana, itu dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Selain kesiapsiagaan menghadapi bencana, Encep juga meminta pemerintah mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, sampah yang menumpuk di lingkungan dapat menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko terjadinya persoalan ketika cuaca ekstrem.
“Termasuk juga upaya bagaimana agar kita tetap menjaga jangan sampai lingkungan kita banyak sampah-sampah yang bisa menjadi sumber-sumber petaka,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu secara rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi bencana.
Encep berharap edukasi yang dilakukan sejak dini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sehingga dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
“Penyuluhan terhadap masyarakat oleh pemerintah ini dalam rangka untuk mengantisipasi gejala yang lebih besar,” pungkasnya.
Reporter: Ayi
Editor: Redaksi








