Kamis, April 16, 2026

Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro saat menerangkan alat pendukung program Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Kris
Sosial

BBWS Cimancis Dorong Inovasi Irigasi Padi Hemat Air, Siap Hadapi Musim Tanam di Cirebon Raya

INAPOS, KOTA CIREBON.- Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis) terus berinovasi dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi musim tanam (MT) ke-2 dan ke-3 di wilayah Cirebon Raya, Majalengka, Indramayu, hingga Brebes.

Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan alat tanam dan penyiangan padi yang sesuai dengan metode Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).

“Kami tengah merintis alat tanam IPHA yang sudah 30% proses pengerjaannya. Alat ini dirancang agar bisa menanam benih padi secara dangkal, sesuai metode IPHA, sekaligus mampu menyiangi gulma secara efisien,” jelas Dwi dalam Open Mic pada Senin (26/5/25).

Alat tersebut, kata Dwi, dirancang hemat energi dengan menggunakan aki yang dapat diisi ulang menggunakan panel surya atau listrik rumah tangga.

“Kami ingin alat ini bisa digunakan petani tanpa tergantung pada bahan bakar minyak yang harganya fluktuatif. Ini solusi hemat dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Selain inovasi teknologi, BBWS Cimancis juga mendorong pengendalian hama secara alami. Salah satunya adalah melalui pengembangbiakan burung hantu sebagai predator tikus di area persawahan.

Dari sisi teknis, BBWS Cimancis telah melakukan apel kesiapsiagaan untuk mengecek dan memperbaiki sistem irigasi yang tersebar di wilayah Majalengka, Cirebon, dan Indramayu.

“Kami tidak mengizinkan adanya tumpukan sampah atau penghalang di saluran irigasi. Kami juga mengedukasi petani cara pemompaan air yang aman agar tidak merusak struktur saluran sungai,” ujar Dwi.

Dalam mendukung ketersediaan air, BBWS Cimancis kini mengelola 9 bendungan besar. Delapan di antaranya telah beroperasi, sedangkan satu, yakni Bendungan Cipanas, masih dalam tahap sertifikasi. Meski demikian, Cipanas sudah bisa melayani irigasi seluas 6.400 hektare.

“Dua bendungan, yaitu Cipanas dan satu lagi di wilayah Brebes, masih memiliki volume tampungan yang terbatas. Kami berharap dengan sisa hujan di masa transisi ini, volume air bisa meningkat hingga 90%,” ungkap Dwi.

Delapan bendungan yang sudah beroperasi adalah Bendungan Malahayu (Brebes), Bendungan Sedong dan Setu Patok (Cirebon), Bendungan Kuningan dan Dharma (Kuningan), serta Bendungan Rancah Beureum dan Bolang (Indramayu), dan Bendungan Jatigede (Sumedang).

Dengan sinergi antara inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya air, dan edukasi petani, BBWS Cimancis optimis mampu mendukung keberhasilan musim tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *