Kamis, April 16, 2026

Mantan Kadispora Kota Cirebon, Irawan Wahyono. Dok
Hukum

Dispora Kota Cirebon Tegaskan Stadion Bima Milik Masyarakat, Aksi Penggembokan Dinilai Tidak Sah

INAPOS, KOTA CIREBON.- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon menegaskan bahwa Stadion Bima adalah milik masyarakat dan tidak menjadi hak pihak manapun untuk menggembok atau menyegelnya.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dispora Kota Cirebon, Irawan Wahyono, menanggapi aksi penggembokan akses masuk stadion oleh Bina Sentra Football Academy pada Senin pagi (28/4/25).

“Sebenarnya mereka (Bina Sentra) tidak ada hak menggembok Stadion Bima, karena itu milik masyarakat,” tegas Irawan saat diwawancarai media.

Irawan menjelaskan bahwa Dispora tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat terkait penggunaan stadion. Menurutnya, penggunaan Stadion Bima tidak bersifat sewa melainkan pinjam lapangan dengan membayar retribusi resmi.

“Tugas kami adalah memberikan pelayanan kepada siapa saja yang mau menggunakan lapangan, bukan menyewakan stadion,” ujarnya.

Dispora Kota Cirebon, lanjut Irawan, akan bertindak cepat jika ada upaya penggembokan ulang.

“Kalau mereka menggembok, kami yang membuka. Bukan buka paksa, karena memang itu milik pemerintah,” tegasnya.

Terkait adanya perjanjian kerja sama (MoU) dengan Bina Sentra, Irawan mengungkapkan bahwa stadion tetap menjadi fasilitas publik meskipun ada perbaikan yang dilakukan oleh Bina Sentra.

“Bina Sentra memperbaiki stadion atas keinginan sendiri, tanpa meminta penggantian dana kepada pemerintah. Kami tentu mempersilakan, karena manfaatnya juga untuk semua,” jelasnya.

Menanggapi ancaman pelaporan ke kepolisian dari pihak Bina Sentra, Irawan menyatakan bahwa Dispora siap memberikan klarifikasi.

“Kalau dilaporkan, ya silakan saja. Kami akan jelaskan bahwa ini bukan sewa stadion, melainkan pinjam lapangan,” ujarnya santai.

Ia juga memastikan bahwa Turnamen Piala Pertiwi 2025 yang sudah dijadwalkan akan tetap berjalan sesuai rencana.
“Turnamen tetap jalan, besok event berlangsung seperti biasa,” kata Irawan.

Sebelumnya, pemilik Bina Sentra Football Academy, Subagja, mengungkapkan bahwa penggembokan dilakukan sebagai bentuk protes atas kurangnya koordinasi Dispora terkait penggunaan stadion untuk event besar.

“Tanpa koordinasi yang jelas, event bisa dikatakan gagal total,” ujarnya.

Subagja juga mengaku telah mengeluarkan dana pribadi hingga Rp 800 juta untuk memperbaiki Stadion Bima sejak Oktober 2024, dan berharap pemerintah segera memberikan kejelasan terkait kelanjutan kerja sama pengelolaan stadion tersebut.

 

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *