Selasa, April 21, 2026

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro dan Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso meninjau pengerukan sedimen kali Sukalila. Foto: Kris
DaerahPemerintah

Normalisasi Sungai Sukalila Dimulai, Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Pengerukan Sedimen

INAPOS, KOTA CIREBON.- Harapan warga untuk melihat wajah baru kawasan Sungai Sukalila mulai menjadi kenyataan. Pemerintah Kota Cirebon resmi memulai tahap awal penataan dengan menerjunkan alat berat untuk pengerukan sedimen di kawasan Kali Baru, Senin (26/1/26).

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam transformasi sungai di jantung kota itu menjadi ruang publik yang lebih estetik, bersih, dan fungsional.

Sejak pukul 09.00 WIB, aktivitas pengerukan sudah berlangsung dengan pengawasan langsung dari Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Ia menegaskan, pekerjaan ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dalam menata ulang kawasan Sukalila.

“Alhamdulillah, sesuai komitmen kita bersama BBWS, hari ini tahap pengerukan sudah dimulai. Ini adalah langkah konkret yang sudah kita janjikan kepada masyarakat untuk membenahi Sukalila,” ujar Effendi Edo di sela peninjauan lokasi.

Menurutnya, pengerukan sedimen menjadi tahapan krusial untuk mengembalikan daya tampung sungai sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan. Selain itu, normalisasi ini juga menjadi dasar untuk penataan estetika kawasan pada tahap berikutnya.

Pengerjaan di titik Kali Baru diperkirakan berlangsung selama satu hingga satu setengah bulan. Sedimen hasil pengerukan akan dibuang ke dua lokasi yang telah disiapkan, yakni di kawasan Kesenden dan Kebon Baru, guna memastikan proses berjalan tanpa mengganggu kebersihan lingkungan sekitar.

Wali Kota menargetkan seluruh rangkaian penataan Sungai Sukalila, baik normalisasi alur sungai maupun pembangunan infrastruktur pendukung di darat, dapat rampung dalam tahun anggaran berjalan.

“Tahun ini pengerukan harus selesai, begitu pula dengan penataannya. Kami bekerja maraton agar masyarakat bisa segera menikmati perubahan wajah Sukalila yang lebih rapi dan nyaman,” tegasnya.

Proyek ini mengusung skema kolaborasi anggaran dan teknis antara Pemkot Cirebon dan BBWS. Dukungan masyarakat, khususnya warga yang tinggal dan beraktivitas di bantaran sungai, dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses penataan.

Dengan dimulainya pengerukan ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap kawasan Sungai Sukalila tak lagi identik dengan sedimentasi dan potensi banjir, melainkan berubah menjadi koridor kota yang tertata, ramah lingkungan, dan membanggakan.

“Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Cirebon agar pekerjaan ini lancar tanpa kendala. Sinergi semua pihak sangat kami harapkan demi masa depan kota kita yang lebih asri dan tertata,” pungkas Effendi Edo.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *