Jumat, April 17, 2026

ASN Pemprov Jateng ikuti Ngaji Bandongan jelang Hari Santri. Foto: Er
PemerintahDaerah

Ratusan ASN Jateng Ikuti Ngaji Bandongan Jelang Hari Santri

INAPOS, SEMARANG.- Menjelang perayaan Hari Santri Nasional 2025, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengikuti kegiatan Ngaji Bandongan Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim karya pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadrotussyaikh Kiai Hasyim Asy’ari, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Senin (20/10/25).

Pengajian tersebut dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Kota Semarang, Kiai Ubaidillah Shodaqoh, dan berlangsung khidmat dengan nuansa khas pesantren.

Sebagai informasi, bandongan merupakan metode pengajian tradisional di pesantren, di mana seorang guru membacakan kitab, mengartikannya, lalu menjelaskan makna dan kandungannya kepada para santri.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjelaskan bahwa kegiatan Ngaji Bandongan ini bertujuan memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai keilmuan serta etika pesantren kepada para ASN.

“Tujuannya supaya teman-teman ASN bisa benar-benar merasakan tradisi belajar di pesantren. Tradisi ini mengajarkan kedalaman ilmu sekaligus akhlak,” ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim mengajarkan banyak nilai luhur, salah satunya tentang pentingnya seorang alim (orang berilmu) memiliki sifat wara’, yakni berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi hal-hal yang syubhat (meragukan), serta memiliki sifat tawadhu’ atau rendah hati.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam kitab tersebut sangat relevan untuk diterapkan ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Ilmu yang diperoleh dari kegiatan mengaji ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Kiai Ubaidillah Shodaqoh menuturkan bahwa tradisi mengaji kitab merupakan warisan intelektual para ulama yang telah melahirkan banyak tokoh besar bangsa. Oleh karena itu, tradisi ini perlu terus dilestarikan di berbagai kalangan, termasuk di instansi pemerintahan.

“Banyak tokoh-tokoh besar bangsa yang lahir dari tradisi ngaji kitab. Maka penting bagi kita semua untuk meneladani semangat belajar para ulama,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional 2025, kegiatan Ngaji Bandongan juga dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, dipimpin oleh ulama setempat dengan kitab dan metode pengajaran yang sama.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *