Kamis, April 16, 2026

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Encep Sugiana. Dok
Politik

SPMB Online Resmi Dibuka, Encep Sugiana Minta Tak Ada Titipan dan Sistem Lebih Adil

INAPOS, BANDUNG.- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara online resmi dibuka hari ini, Rabu (11/6/2025). Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Encep Sugiana, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan sistem penerimaan siswa tahun ini berjalan lebih baik dan bersih dari praktik-praktik kecurangan seperti titipan.

“SPMB ini harus benar-benar bisa memberikan hasil yang lebih baik. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan harus menjadi landasan utama. Jangan sampai ada praktik titipan yang justru merusak tatanan seleksi,” tegas Encep Sugiana dalam keterangannya.

Menurut politisi asal PKS itu, penerapan sistem online bertujuan untuk meminimalisasi intervensi dari pihak berkepentingan.

Ia pun menegaskan pentingnya komitmen panitia dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten.

“Saya mendukung sepenuhnya para panitia. Jangan takut jika ada tekanan. Kalau kita berpegang teguh pada aturan, insyaallah tugas ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Meski begitu, Encep tak menutup mata terhadap sejumlah persoalan teknis yang muncul di hari pertama pelaksanaan. Ia menyebut adanya laporan dari masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses akun dan lamanya waktu login sebagai masalah yang perlu segera diatasi.

“Ini harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan, baik provinsi maupun kota/kabupaten. Jangan sampai siswa gagal mendaftar hanya karena kendala teknis,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kesenjangan fasilitas antara masyarakat di daerah kota dan desa. Menurutnya, tidak semua calon peserta didik memiliki akses internet yang memadai untuk mengikuti sistem online.

“Kondisi di Jawa Barat sangat beragam. Ini tantangan tersendiri yang harus diantisipasi agar pelaksanaan SPMB benar-benar adil dan merata,” tambahnya.

Encep mendorong agar Dinas Pendidikan aktif memantau langsung ke sekolah-sekolah, sekaligus menyediakan solusi alternatif jika sistem online mengalami kendala.

“Jika diperlukan, buka kembali jalur offline sebagai bentuk antisipasi. Yang penting anak-anak tetap bisa mendaftar dan tidak ada yang tertinggal,” ungkapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan besar terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini. “Semoga SPMB kali ini bisa meningkatkan partisipasi pendidikan di Jawa Barat, baik dari SD ke SMP, maupun SMP ke SMA atau SMK. Dan semoga daya tampung sekolah juga bisa terus ditambah agar lebih banyak anak bisa mengakses pendidikan yang layak,” pungkasnya.

Reporter: Ayi

Editor: Redaksi Inapos 

5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *