Kamis, April 16, 2026

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz saat menjadi pemateri seminar nasional. Foto: Kris
Seni dan BudayaDaerah

Prabu Diaz Tegaskan Cirebon Punya Potensi Wisata Kelas Dunia

INAPOS, KOTA CIREBON.- Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, menegaskan bahwa Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi daerah tujuan wisata kelas dunia jika dikelola secara serius, terencana, dan kolaboratif.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pemateri Seminar Nasional Pariwisata dan Budaya bertema “Membangun Masa Depan Cirebon melalui Warisan Budaya dan Pariwisata”, yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, di Auditorium Gedung SBSN, Kamis (11/9/25).

“Kami hadir sebagai narasumber dengan harapan Cirebon bisa berkembang dan maju dari sektor pariwisata, baik dari kunjungan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara,” ujarnya.

Prabu Diaz menyebutkan, hasil studi banding ke berbagai negara membuktikan bahwa keterlibatan pemerintah daerah bersama masyarakat adalah kunci dalam menciptakan destinasi baru dan menjaga destinasi yang sudah ada.

“Kalau pemerintah daerah, pelaku bisnis pariwisata, PHRI, ASITA, IATA bersatu padu, maka Cirebon bisa berkembang seperti Bali dan Yogyakarta. Saya menyambut baik inisiatif mahasiswa pariwisata syariah ini karena Cirebon punya potensi luar biasa,” tegasnya.

Ia menambahkan, Cirebon memiliki paket wisata lengkap mulai dari religi, budaya, kuliner, hingga alam, dengan destinasi yang saling terhubung. Potensi tersebut menurutnya harus dimaksimalkan melalui penataan infrastruktur, promosi, serta pengelolaan destinasi secara profesional.

“Jika semua dikelola dengan baik, pariwisata Cirebon Raya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Mahasiswa FEBI sekaligus Duta Pariwisata Indonesia Kuliner 2025, Titania Azzahra Rahman, menegaskan bahwa kekayaan kuliner, budaya, dan sejarah Cirebon merupakan modal besar untuk masa depan daerah.

“Kenapa kita mengambil tema ini untuk seminar, karena kita melihat potensi budaya dan sejarah yang ada di Cirebon cukup berpengaruh terhadap masa depan Cirebon,” ujarnya.

Titania menjelaskan, seminar ini menghadirkan akademisi, budayawan, hingga praktisi lapangan dengan tujuan menyatukan gagasan agar budaya dan sejarah Cirebon dapat menjadi daya tarik wisata yang lebih berdaya saing.

“Kita ingin menjadikan seminar ini sebagai wadah untuk menggali pandangan, agar Cirebon bisa lebih dikenal bukan hanya dari sisi kuliner, tapi juga dari sejarah dan budayanya,” tambahnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos

 

54 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *