Kamis, April 16, 2026

Aksi unjuk rasa driver ojek online (Ojol) tuntut potongan aplikasi diturunkan. Kris
Sosial

Ribuan Driver Ojol Demo di Cirebon, Tuntut Potongan Aplikasi Diturunkan

INAPOS, KOTA CIREBON – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Kota Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis, mulai dari depan Balai Kota, DPRD Kota Cirebon, hingga kantor aplikator, pada Selasa (15/4/25).

Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak hadir mendukung perjuangan mereka.

Koordinator aksi, Tryas Mohammad Purnawarman, menyampaikan kekecewaannya karena tidak ada satupun pejabat penting, termasuk Wali Kota Cirebon Effendi Edo dan anggota DPRD, yang menemui mereka saat aksi berlangsung.

“Aksi hari ini adalah bentuk kekecewaan berat kami kepada pemerintah daerah, khususnya Wali Kota dan DPRD Kota Cirebon yang tidak hadir di tengah-tengah perjuangan kami,” ujar Tryas kepada awak media.

Dalam aksi tersebut, para driver menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, mereka meminta agar potongan 20 persen yang diterapkan oleh aplikator diturunkan menjadi 10 persen. Mereka menilai sistem potongan saat ini sangat memberatkan, mengingat seluruh beban operasional ditanggung sendiri oleh para pengemudi.

“Aplikator hanya menyediakan aplikasi, tapi semua biaya operasional—mulai dari kendaraan, bensin, hingga perawatan—kami tanggung sendiri. Potongan 20 persen itu sangat tidak adil,” tegas Tryas.

Tuntutan kedua adalah penghapusan fitur GrabBike Hemat yang menurut mereka melanggar Peraturan Menteri Perhubungan terkait tarif minimum.

“Fitur GrabBike Hemat melanggar aturan tarif minimum sebesar Rp8.000. Ini bentuk lari dari tanggung jawab aplikator terhadap peraturan pemerintah,” tambahnya.

Tryas juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar pekan depan jika tuntutan mereka tidak segera ditanggapi. Ia menyebut akan mengerahkan massa yang lebih banyak dan aksi yang lebih masif.

“Jangan salahkan kami kalau minggu depan aksi kami akan lebih ekstrem dari hari ini,” ujarnya penuh semangat.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para pengemudi ojol.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan tersebut meskipun secara teknis tidak memiliki kewenangan langsung terhadap aplikator.

“Kami menyayangkan adanya potongan yang memberatkan pengemudi ojol. Walaupun kewenangan teknis bukan di kami, tapi kami akan coba berkomunikasi dengan pihak aplikator,” jelas Andi.

Dishub Kota Cirebon, lanjutnya, akan tetap berupaya menjembatani komunikasi antara pengemudi ojol dan pihak perusahaan aplikator guna mencari solusi terbaik yang berpihak pada kesejahteraan driver.

Aksi damai yang digelar hari ini berjalan tertib meskipun diselimuti rasa kecewa mendalam dari para peserta aksi. Para pengemudi berharap pemerintah lebih peduli terhadap nasib mereka yang setiap hari berada di jalanan untuk mencari nafkah.

(Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *