Beranda Pemerintah Tanpa Gusur Warga, Pemprov DKI Gunakan AI untuk Revitalisasi Permukiman Tanah Abang

Tanpa Gusur Warga, Pemprov DKI Gunakan AI untuk Revitalisasi Permukiman Tanah Abang

1
19
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ist

INAPOS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menata dan merevitalisasi kawasan permukiman padat penduduk di Tanah Abang. Program ini akan dilakukan melalui kemitraan strategis dengan Republik Korea, dengan memastikan penataan kawasan tidak disertai penggusuran warga.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan penataan tersebut mencakup lahan seluas 2,3 kilometer persegi yang meliputi Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di kawasan Tanah Abang.

Rencana itu disampaikan Pramono seusai menghadiri Roundtable Discussion Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia di Ayana MidPlaza, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

“Dua koma tiga kilometer di Kampung Bali, Kebon Melati, dan daerah Tanah Abang, Kebon Kacang. Kita akan menerapkan pendekatan AI untuk melakukan renovasi, revitalisasi tanpa melakukan penggusuran di tempat itu,” ujar Pramono.

Menurutnya, pemanfaatan AI diharapkan menjadi pendekatan baru dalam menyelesaikan persoalan permukiman kumuh di Jakarta. Teknologi tersebut akan digunakan untuk merancang penataan kawasan, memetakan kebutuhan revitalisasi, serta mendukung sistem pengawasan melalui kamera pengawas atau CCTV.

Pramono menegaskan, revitalisasi akan mengutamakan perbaikan lingkungan dan kualitas permukiman tanpa menggusur masyarakat yang telah tinggal di kawasan tersebut.

“Betul-betul dalam melakukan pendekatan revitalisasi atau penyempurnaan tempat itu kami menggunakan AI, tidak melakukan penggusuran, dan harapannya di 2028 mudah-mudahan tempat tersebut sudah menjadi jauh lebih cantik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, rencana penerapan teknologi AI tersebut masih dalam tahap pembahasan dan penyempurnaan. Pemprov DKI Jakarta berharap program ini dapat menjadi percontohan penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk menangani persoalan permukiman padat di perkotaan.

“Sekarang sedang dirapatkan, disempurnakan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh implementasi dari Artificial Intelligence untuk menyelesaikan persoalan kumuh yang ada di Jakarta,” kata Pramono.

 

Kerja sama dengan Republik Korea menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung penerapan teknologi dalam pembangunan perkotaan.

Selama ini, Jakarta telah menjalin hubungan sister city dengan sejumlah wilayah di Korea Selatan, di antaranya Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do, dan Nonsan City.

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon Gu, menyampaikan kesiapan negaranya untuk memperkuat ekosistem AI di Indonesia, termasuk melalui peningkatan kerja sama dengan Jakarta.

“Kami adalah mitra yang sangat andal bagi Indonesia di setiap sektor. AI tidak terkecuali. Anda tahu kita memiliki landasan yang cukup kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem AI. Jadi kami siap bekerja sama dengan Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Penasihat Senior Laboratorium Indonesia 2045, Andi Widjajanto, mengatakan pihaknya tengah mendalami peluang kerja sama strategis dengan Kedutaan Besar Republik Korea, khususnya di bidang kecerdasan buatan.

Menurut Andi, pengembangan kerja sama AI ke depan perlu berorientasi pada kebutuhan masyarakat, terutama penduduk dan generasi muda.

“Harapannya kerja sama AI ke depan betul-betul fokus tentang warga, tentang populasi terutama tentang generasi muda ke depan,” kata dia.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini